Goa sriti dan teman-teman

Table of Contents

 09/08/2014 

 

Hari terakhir di Yogyakarta kita habiskan waktu di luar dengan menyewa mobil dari pagi hingga malam, Rp 400.000 kalau tidak salah. Awalnya, tujuan kita ke pantai. Tapi sopirnya menawarkan rekreasi bawah goa. Sepertinya menarik. 

Akhirnya kita banting stir menuju gua pindul. Oke, yang biasanya cuma lihat di-TV, sekarang sudah bisa benar-benar merasakan bagaimana menjelajah di dalam goa. Sesampainya kita di gua pindul, kita memilih rute. Kita ambil rute gua sriti dan sungai. 

Sebelum menjelajah kita memakai pelampung, senter kepala, sama sepatu. Kita menjelajahi guanya jalan kaki. Di dalam goa itu ada jalan yang digenangi air dengan tinggi air maksimum didada orang dewasa. Eh tapi ada juga sih yang melebihi kepalaku, berhubung pake pelampung jadi ya tidak masalah. Bisa ngapung. 

Banyak keajaiban kekuasan Allah di dalam goa sriti. Ada banyak sekali stalaktit yang aktif maupun tidak. Shining shimmering splendid.... Lha jadi nyanyi. Pemandu goanya ngejelasin sana sini, ada yg mirip kepala ular lah, ada yang 'katanya' kalau misalnya disentuh maka akan awet muda lah, warna colat tua pada dinding goa yang disebut bekas pipisnya kelelawar dsb. 

Oia, gua ini juga jadi sarang kelelawar lho soalnya gelap. Air yang kita lewati tadi dingin dan agak keruh serta batuannya licin dan yang pasti seru sekali melihta keindahan bentuk guanya. Lanjut ke sungai. Ya Allah... indah bangett. 

Untuk mencapai tujuan ke dua, kita harus naik mobil dari guaa sriti yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki (lumayan lho jalannya). Selama perjalanan, di samping kiri kita ada sungai. Sungainya itu kayak di-TV yang biasanya buat mandi para bidadari gitu. Sungai nya luas, airnya tenang.

Pas sampai di ujung sungai kita nyebur ke sungai memakai ban. Sebenarnya terserah kita mau berenang atau jalan pake ban. Agak kasian sih sama bapaknya kalau naik ban. Bayangin aja bapaknya narik 5 ban yang isinya ibu, yayan, hami, ikal, ilham. Enteng sih ya kalau di dalam air. Kalau musim hujan bapaknya tidak usah narik, ikut arus aja katanya. Dan lagi-lagi sungguh pemamdangan kiri kanan yang memukau! MasyaAllah! Artistik batunyaaaa, warna daun yang hijau, dan air yang seger aaaaaa.... 

Tidak hanya itu, kita juga bisa lompat lho dari tebingnya. Ada yg pendek ada yg tinggi. Kalau aku belum berani. Udah ciut pas nyampe atas, kebayang yang nggak-nggak soalnya. Di sana juga ada air terjunnya, gak tinggi. Pokoknya seru abis deh ini perjalanannya... Sayangnya Ari tidak ikut karena matanya lg gak boleh kena air dan bapak yg masih kerja. Lain kali maunya ngunjungi semua gua untuk menelusuri maha karya-Nya deh. Amiin.


Posting Komentar