Desain Brosur Dadakan
09/09/2016
| desain final |
Suatu hari tiba-tiba Mba Santi meminta tolong untuk membuat brosur Lentera Harapan (LSO KAMMI Daerah Surabaya), sebab orang yang biasanya dimintai tolong untuk mendesain belum menjawab dan acaranya besok.
Dan aku jawab, “Sebentar mba, aku cari bala bantuan”, tetap mengiyakan walaupun ngga bisa (antara kesalahan dan nggak ini). Aku kontak temen-temen dekatku dan keluargaku yang aku nilai bisa mendesain dan punya aplikasinya. Sampai akhirnya yang menjawab duluan si Yayan (my big bro). Singkat cerita sebenarnya dia bisa untuk dimintai tolong, tapi dia ada kesibukan lain. Akhirnya aku minta tolong Ari (my first lil bro) dan menyanggupi (penafsiranku dari percakapan di sosial media).
Hingga keesokan paginya aku tanya lagi ke Ari (baru bangun langsung ku tanya, sekitar jam 04.30 an lebih), apa sudah selesai apa belum. Dan eng ing eng, Ari ngira tenggat waktunya bukan hari ini (sebab dia banyak deadline tugas juga, duh tega nian kakaknya ya minta tolong buat ngedesain brosur, maaf ya Ari) dan sudah harus ada jam 18.00.
Panik seketika, bingung mau desain pake apa, gimana, berapa lama kira-kira aku bisa ngedesain (sebab jarang sekali ngedesain), belum ngeprintnya, panik! Akhirnya aku inget Mifta (sesama SC Salam) yang mendesai booklet dan brosur salam menggunakan microsoft publisher.
Kalau publisher pasti ada ya di
leptop mah, dan benar. Langsung aku otak-atik posisi gambar dan tulisannya biar
efektif dan efisien. Dari model A, B, C, hingga D. Aku kirimkan hasil desain
model D-ku dan di kasih saran sama Mba Santi, “Gambar sama tulisannya kurang
pas, coba dipasin. Sama tulisan yang poin b-nya masih kurang. Maaf tadi aku
nulisnya kurang kata Aksi”. Ngotak-ngatik lagi lah hingga dapat desain yang
lebih bagus dan Alhamdulillah bisa di print.
Kalau kata Ust. Mudhoffar, dalam kajian sirah, kita harus senantiasa punya alternatif. Ketika memang tidak ada aplikasi desain (corel, photoshop, dkk) pikirkan alternatif lain yang bisa digunakan (ms. Publisher).
Satu lagi, bahwasanya dengan pembelajaran maka akan membentuk pribadi yang bagus dan selalu meningkat. Terlihat pada desain akhir brosurnya. Ia jadi lebih enak untuk dipandang dan dinikmati, setidaknya menurutku. Walaupun hasilnya sederhana sekali tapi proses menuju sederhana yang enak untuk dinikmati butuh beberapa kali ubah desain, butuh saran, butuh tempaan.
Seperti kisahnya petugas bangunan yang dipanggil oleh seseorang dari lantai yang lebih tinggi. Orang tersebut meneriaki temannya yang di bawah tapi orang yang dipanggil tidak merespon. Pun sama ketika dijatuhkan uang, tetap tak merespon dari mana datangnya uang tersebut. Tapi ketika dilempar batu, langsung menghadap ke atas.
Begitulah hidup ini, butuh proses dalam setiap langkah menuju pada-Nya. Entah itu susah maupun senang. Karena takdir kita yang buruk itu sesungguhnya baik dimata Allah. Tidak ada ketetapan Allah yang buruk. Semua pasti ada hikmahnya.
Posting Komentar