Agar Bidadari Cemburu Padamu
Table of Contents
11/10/2017
Agar Bidadari Cemburu Padamu, siapa yang gak pengen dicemburui bidadari. Ya kan. Buku karya Salim A. Fillah setebal 250 halaman yang berhasil membuat aku ter-jleb jleb. Pilihan katanya, rangkaian katanya, kaya sirahnya, perpaduan ayat suci Al-Qurannya, perpaduan nasyid (sayangnya aku gak kenal lagunya) yang beliau kutip semua tumpah menjadi satu di buku ini. Buku ini memberi paparan bagaimana agar bidadari cemburu pada kita (perempuan). Bagaimana dengan itu dapat memunculkan semangat kita menuju Allah. Jadi tak perlu lagi ada kalimat pengandaian yang keluar dari mulut ini agar menjadi diri kita yang sebaliknya, menjadi laki-laki. Karena sejatinya manusia itu adalah ciptaan yang paling sempurna.
Laki-laki dan permempuan; di sanalah menanti tugas, fungsi, dan posisi. pada poros masing-masing, pada kelayakan yang telah Allah anugerahkan sebagai tali kesempatan dalam ridha dan naunganNya.
Laki-laki dan permempuan; kata yang merangkum kesetaraan, saling mengenal, saling memahami, saling bantu, saling menanggung, dan mendahulukan. Tiada hasad, tak ada dengki, dan musnahlah iri. Persis, sebagaimana Ia, Yang Maha Mempesona, berpesan pada surat yang bertajuk An-Nisa’. Ya, surat itu bernama ‘Wanita’:
“Dan janganlah kalian merasa iri terhadap karunia Allah kepada sebagian diantara kalian atas sebagian yang lain. Bagi para laki-laki terdapat bahagian dari apa yang mereka kerjakan, dan bagi para wanita pun terdapat bahagian dari apa yang mereka usahakan. Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesugguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa’ : 32)(Halaman : 41)
Al Imam Ath Thabrani meriwayatkan sebuah hadits dari Ummu Salamah, bahwa ia Raghiyallahu ‘Anha berkata, “Ya Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli...”
Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar.”
Aku (Ummu Salamah) berkata lagi, “Jelaskanlah padaku ya Rasulullah, tentang firman-Nya: Laksana mutiara yang tersimpan baik (QS. Al-Waqi’ah : 23)..!”
Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia...”
Aku bertanya, “Ya Rasulullah, jelskanlah kepadaku tentang firman Allah: Di dalam surga itu ada bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik (QS. Ar-Rahman : 70)..!”
Beliau menjawab, “Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita.”
Aku bertanya lagi, “Jelaskan padkau firman Allah: seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik.” (QS. As-Shaffat : 49)..!”
Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada bagian dalam telur dan terlindung dari kulit bagian luarnya, atau yang biasa disebut putih telur.”
Aku bertanya lagi, “Ya Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah: Penuh cinta lagi sebaya umurnya (QS. Al-Waqi’ah : 37)..!”
Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia dalam usia lanjut dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Allah menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya.”
Aku bertanya, “Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”
Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”
Aku bertanya, “Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?”
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di atas wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, “Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”
Aku bertanya, “Ya Rasulullahh, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua , tiga atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan merekapun masuk surga. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga?”
Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu diapun memilih siapa di antara mereka yang paling baik akhlaqnya. Lalu dia berkata, “Rabbi, sesungguhnya lelaki iniliah yang paling baik tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya...”
...Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.” (HR. Ath Thabrani)
Shalat,puasa, dan ibadah. Segala yang bisa dicakup oleh kata ibadah, segala kebaikan yang ditujukan untuk mencari keridhaan Allah. Semata karena Allah, dan untuk Allah.
(Halaman 53-56)
Di dalam buku ini juga menggambarkan wanita dalam pandang Islam. Bagaimana ia harus berpenampilan, bagaimana ia harus berkativitas dengan tetap dalam koridor Islam, bagaimana ia sangat peting menjadi madrasah pertama. Di dalamnya banyak dipaparkan kisah-kisah 3 generasi terbaik umat yang dapat dijadikan sebagai tauladan, wanita. Di dalam buku ini juga aku menemukan makna hijab (lihat halaman 147). Kalau pas di Lembaga Dakwah Kampus (LDK) atau Lembaga Dakwah Jurusan (LDJ) hijab itu adalah pembatas antara ikhwan dan akhwat dalam berinteraksi ketika syuro.
Kalau boleh saya bilang, buku ini itu ibarat rangkuman ringkasnya dari buku Keakhwatan 1-4 karyanya Cahyadi Takariawan, Abdullah Sunono, Wahid Ahmadi, Ida Nur Laila. Atau kalau boleh saya bilang lagi, beberapa bab dari buku ini merupakan rangkuman ringkas dari 2 buku karya Felix Y. Siauw yang Yuk, Berhijab! dan Udah Putusin Aja! Atau lebih tepatnya mereka semua adalah kombinasi yang sempurna untuk dibaca. Karena dari tiap buku mereka ada sesuatu yang berbeda dan saling melengkapi dengan tujuan yang sama. Indah ya... Dan pastinya banyak lagi buku-buku dengan topik yang sama ya.
Posting Komentar