Air Crash Investigation

Table of Contents

08/07/2017

letak baut yang hilang

Pertama kali tau National Geographic itu di perpustakaan NF lewat majalahnya. Jepretan kameranya selalu ngebuat kagum bagi siapa aja yang ngeliat. Jadi kalau megang majalahnya, yang diliat cuma gambarnya doang. Channel-nya pun sama. Macem-macem, ada NatGeo People, NatGeo Wild, dan NatGeo Channel. Selalu menyajikan informasi yang memperluas wawasan. Salah satunya Air Crash Investigation di NatGeo Channel. 


Film ini tentang invesitigasi kecelakaan udara (haha, ngartiin judulnya). Kalau ada pesawat kebakaran, pesawat jatuh, pesawat ilang, pesawat tubrukan - pokoknya semua kecelakaan lah ya - itu nanti dinvestigasi penyebabnya oleh tim investigasi. 


Yang aku lihat hari ini tentang kebakaran pesawat sesaat setelah landing. Tim investigasi memulai penyelidikan dengan beberapa dugaan sementara. Karena gesekan antara ban dan aspal bukan, karena konslet listrik juga bukan. Sampai pada akhirnya ada salah satu petugas lapangan yang melihat ada kucuran air saat pesawat melintas. Dari saksi tersebut, tim investigasi menduga kebakaran diakibatkan oleh tangki yang bocor. Pas dicek sayap pesawatnya gak mengindikasikan itu. Tapi pas dimasukkan kamera kecil ke tangki bensinnya, ada lubang kebocoran yang terlihat. Oh berarti ini gara-gara tangki bensin bocor. 


Gak berhenti sampai disitu aja, investigasi dilanjutkan dengan pertanyaan selanjutnya bagaimana tangki itu bisa lubang. Semua komponen di sekitar tangki yang lubang itu dicek, hingga akhirnya nemu. Benda itu adalah baut yang letaknya diujung sayap tambahan, duh gak tau deh apa namanya, yang fungsinya untuk menahan sayap tambahan agar tidak keluar. 


Bisa dibilang baut itu batas maksimal sayap tambahan keluar. Sayap tambahan ini berfungsi untuk belok, kalau gak salah inget. Hahaha. Dalam penerbangan, baut ini harus selalu dicek kondisinya. Dilumuri dengan oil lagi agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya. 


Namun ketika tim investigasi mendatangi bengkel pengecekkan terakhir pesawat sebelum terbang, ia menemukan masalah disitu. Cara melumuri oil dan menempatkan kembali rangkaian baut dilakukan tanpa menggunakan alat bantu tangga. Kebayangkan sayap pesawat tingginya kayak apa dan orang asia yang tinggi rata-ratanya semana. Ngelakukannya dengan mengangkat tangan dan menggunakan perasaan. Jadi ketika komponen itu hilang ia tidak sadar.


Baut yang digunakan ini terdiri dari berbagai rangkaian, jadi kudu dirangkai dulu baru berfungsi. Kebakaran ini disebabkan oleh hilangnya salah satu komponen rangakain si baut. Dan komponen yang hilang itu sangat fatal, tapi sepertinya mau komponen apa pun yang hilang juga bakal fatal sih. 


Komponen yang hilang itu adalah ring penyangga antara lubang dan diameter batang bautnya. Jadi kalau ringnya hilang, baut akan terlepas jika sayap tambahan bergerak keluar. Dan ketika pilot memasukkan kembali sayap tambahan itu, ketika sudah mendarat, ia akan menekan si baut sehingga menekan ke sekitarnya. Daaaaan tepat disebelah sayap tambahan itulah tempat tangki bensinnya berada, aku baru tau masa. Jadi, kesimpulannya adalah si baut menekan tangki minyak hingga bocor, menetes keluar mengenai ban yang masih panas dan terjadilah kebakarannya.


Baut adalah salah satu komponen diantara banyak kompenen penyusun pesawat terbang. Tanpa baut gak bakal ada koneksi, gak bakal jadi pesawat. Mungkin ia hanya berupa sayap, ekor, kepala, atau bahkan lebih terurai daripada itu. Apalagi didalam baut itu sendiri. Hilang satu komponen, siap-siap kebakaran lagi. 


Gitu juga dengan dakwah. Perlu adanya amal jamai dari semua elemen, sekecil apapun itu kontribusi kita. Karena dengannya islam akan jadi kokoh dan menyeluruh dengan adanya semua elemen yang terlibat. Sehingga akan membentuk sebuah bangunan yang kokoh tanpa kroak dan pastinya sebuah bangunan yang dapat membuat nyaman bagi siapapun yang tinggal. 


Satu saja hilang, sekecil apa pun itu menurut kamu, siap-siap bangunan kokoh itu akan bergoyang. Mungkin kita menganggap diri kita cuma butiran debu yang gak akan ngaruh apa-apa, tapi dimata Allah semua itu terhitung walaupun hanya sebesar biji zarrah.


“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” 

QS. Al-Zalzalah : 7


Semangat Shobrina dan semuanya!

 

Posting Komentar