Api Tauhid
Table of Contents
11/10/2017
Buku
karangan Habiburrahman El Shirazy yang tebel banget. Ga nyangka bakal abis juga
nih bacanya. Lagi-lagi dengan rangkaian katanya yang ringan dan pengemasan yang
begitu apik dan sederhana ngebuat tangan ini cepat membuka
lembaran-lembarannya. Haha, padahal mah ini buku ke-2 beliau yang saya baca.
Yang lain di tonton, wkwkwk. Buku ini itu campuran antara fiksi dan non-fiksi.
Fiksi karena buku ini menceritakan tentang kisah cinta Fahmi yang dilanda
kesedihan tatkala istrinya tiba-tiba tidak ada kabar. Disela kesedihan itu teman
baiknya, Hamza membawa Fahmi dan Subki (sahabat Fahmi) untuk tapak tilas
sejarah Baiduzaman Said Nursi. Dan
disini kisahnya menjadi non-fiksi, kisah tentang Baiduzzaman Said Nursi
sang tokoh pembaharu di Turki.
Awal
membaca novel ini begitu tertarik ya sama kisah percintaan mereka itu, wkwkwk
alainya shobi. Sampe pengen tau ending-nya ini nanti bakal gimana sih ya, dan
yak aku ngebuka bab terakhir. Wkwkwk, samar- samar terlihat gimana ending-nya.
Disatu sisi aku juga penasaran banget ini sama yang namanya Baiduzaman Said
Nursi. Kok ya gak muncul-muncul sih ceritanya. Malah cerita orang lain yang
muncul. Belakangan aku baru tahu kalau orang lain itu adalah kedua orang tua
yang telah melahirkan dan mendidik Said Nursi. Said Nursi dengan kepandaiannya
dan keberaniannya yang mengagumkan. Dan lagi-lagi aku tercengo, ingat sekali
dalam otakku bagaimana akhlaq orang tuanya yang dikisahkan pada Bab 7, Cinta Berakar Kesucian.. Dari sepasang insan yang mulia
lahirlah Said Nursi.
Dari
buku ini juga aku berasa dibawa penulis ikut dalam tur Turkinya. Membanyangan
menjadi saksi bisu atas kejadian yang menimpa Said Nursi. Dan yak, buku ini
sukses membuat aku menggaris bawahi Turki di peta dunia sebagai salah satu
negara yang ingin dan harus aku kunjungi disamping adanya benteng
konstantinopel. Tempat napak tilas dan bukti penaklukan konstantinopel oleh
pemimpin terbaik dan pasukan terbaik. Menarik ya.
Dari
buku ini juga aku tau kalau di Indonesia itu ada yang mempelajari kitab beliau,
Risalah Nur. Sampe-sampe pas di book fair Surabaya kemarin ketemu sama mereka.
Tapi katanya gak ada di surabaya, adanya di daerah barat lah pokoknya. Kan jadi
penasaran ya pengen belajar kitabnya juga. Semoga masih Allah beri kesempatan.
Yak, dari sebuah buku banyak hal yang dapat kita ambil hikmah. Hikmah ku belum tentu sama dengan hikmah mu. So, keep reading. Wkwkwk.
Posting Komentar