Lambaian Tangan Abang Bus
Hari ini setelah selesai dengan urusan kampus aku memutuskan untuk pulang ke Madiun ketemu ibu. Naik bus sama temenku yang anak Madiun juga. Namanya Kinanti, biasa dpanggil Kinan.
Dia kalau pulang ke Madiun pasti naik bus, gitu juga sebaliknya menuju Surabaya. Jadi kali ini aku hanya ngekor Kinan si maestro. Dan dapet potongan harga karena Kinan sudah langganan dan punya kartu pelanggan. Aku ikut kena potongan juga akhirnya.
Kita naik bus Mitra dengan tujuan akhir Solo dan duduk di kursi paling depan deket pintu (sebab kata Kinan kalau di belakang goncangannya lebih kerasa) yang berisikan 2 orang.
Duduk di bangku paling depan itu menyenangkan. Kita dapat melihat ke luar jendela tanpa ada banyak orang yang menghalangi (kalau tidak penuh). Itu lho kaca di depan bus, kan besar banget tuh. Berasa di keong emas deh, haha.
Awalnya biasa saja naik bus, sebab emang bukan pertama kalinya aku naik bus. Tapi makin lama, sebab gak bisa tidur juga kali ya, makin yahud abang busnya. Yahud nyetirnya, yahud tangannya.
Nyetirnya menggila, macam naik roller coaster
kata Kinan. Bayangin ya, udah duduk di bangku depan, menghadap jendela kaca
bus yang besar banget, abangnya ngebut, abangnya ngepot-ngepot (nyalip
kendaraan), gimana gak bikin deg deg ser coba. Ooooooo, Astaghfirullah....
Tapi ada yang spesial dari abang supir yang aku tidak tahu namanya ini. Setiap abangnya berpapasan dengan yang sejenisnya (sesama bis Mira), si babang akan mengklakson dan melambaikan tangannya atau membuat sebuah simbol dengan tangannya yang aku artikan sebagai sebuah sapaan.
Tapi terkadang si abang juga melambaikan tangan pada kendaraan besar selain komplotan busnya. Macam semut yang selalu berhenti sejenak ketika berpapasan dengan temannya yang lain. Atau ketika ada kendaraan (dari arah yang bersebrangan) yang memberikan si abang ruang untuk nyalip si abang pun melambaikan tanganya, yang aku artikan sebagai tanda terimakasih karena sudah memberi ruang untuk menyalip.
Melihat dan memperhatikan hal itu
membuat mulut ini tersenyum mengambil pelajaran. Walaupun si babang kalo bawa ugal-ugalan - gak
boleh ditiru - untuk kejar target jam kali ya.
Setelah ku perhatikan, ada hal lucu juga sama si abang supir. Ternyata sabuk pengaman si abang cuma dislempangin doang, itu artinya ceklekannya rusak. Ngakak banget lihatnya, dalem hati pastinya.

Posting Komentar