Miniatur Indonesia

Table of Contents
29/07/2017

Pergi bersama salah satu bagian orang-orang kece dalam hidup aku. Lutfa, Satya, Zeo. Teman kampus yang dikirim Allah buat ngajarin aku banyak hal tentang kehidupan. Pergi kemana? Ke TMII, Taman Mini Indonesia Indah. Lagi-lagi menemukan hal baru di tempat yang lumayan sering aku kunjungi, dengan orang yang berbeda. 

Pergi sama mereka itu yang diliat strukturnya, ada yang aneh kadang langsung diceletuk. Tiba-tiba jadi inget KBGI juga nih kalau ke TMII. KBGI itu Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia. Kompetisis hits tingkat nasional buat sipilers yang diadakan oleh kementrian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi.  

Pernah pas KBGI ke-5 tahun 2013 dan KBGI ke-6 tahun 2014 mengangkat tema yang berhubungan dengan Indonesia. “Rumah Kayu Bertingkat yang Handal dan Berwawasan Nusantara,” pada KBGI ke-5. “Rumah Kayu Bertingkat Tahan Gempa (kriteria ini pasti ada di setiap KBGI, tersirat maupun tersurat), Artistik, dan Berbasis Kearifan Lokal,” pada KBGI ke-6. Dan TMII cocok banget buat nyari inspirasi KBGI (Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia). Soalnya semua rumah adat dari semua kepulauan di Indonesia bisa disusuri dalam satu tempat. Tanpa harus kita keliling Indonesia. Kalau kata Satya, TMII itu miniatur. Iya, ini miniatur. Tapi bukan miniatur 1:100, ini 1:1.
 



Okay, mungkin gak perlu jauh-jauh datang ke TMII. Toh banyak informasi tersebar di internet. Tapi, ngeliat dengan mata sendiri itu lebih ngena. Kita juga jadi tau lebih detail struktur fisik bangunannya gimana. Dengan melihat dan merasakan akan menambah kesempurnaan informasi yang mungkin udah kita gali sebelum atau sesudahnya. Karena ilmu yang Allah kasih itu ibarat puzzle besar. Kayak udah disebutin di Al-Quran, yang menyebutkan bahwa ilmu allah itu luas pake banget.

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” QS. Lukman : 27
Ilmu-Nya dan hikmah-Nya, artinya semua itu tidak cukup untuk menuliskan kalimat Allah.

Katakanlah (Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)” QS. Al-Kahf : 109


Ilmuku masih butiran debu - atau bahkan lebih kecil dari itu - yang masih dalam proses menjadi sebuah kepingan puzzle yang bakal bisa menjadi salah satu kepingan puzzle besar itu. Puzzle kehidupan. Daaaan hari ini aku nemu kesayangaaaan ku di masjid baiyt Al-Quran. Yups, kaligrafi kufi.
 

ada yang bisa baca?

Posting Komentar