Munafik 1

Table of Contents
26/11/2016



Munafik menurut KBBI adalah berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua. Tapi munafik disini adalah sebuah film bergenre horor. 


Awalnya aku tau dari sebuah situs sosial media tentang film ini, dan dicuplikannya aku merasa aneh dengan film ini. Apaan sih nih film, paling kayak film horor Indonesia kebanyakan. Malah aku berfikir, ini apaan sih judul munafiq tapi horor. Soalnya terkesan film islami (dari judul dan, kan aneh ya kalau horor tapi islami. Paling yang sering aku lihat horor non-islami (horor barat, yang sering menampilkan cara-cara mereka untuk menumpas setan atau horor Indonesia yang berbau porno). Hingga suatu saat temanku, Novita, merekomendasikan film tersebut. Katanya filmnya bagus, filmnya gak ketebak alurnya. Berakhirlah hari itu aku ke kosan Novita untuk melihat film munafik. 


Ternyata film munafik ini adalah film horor Malaysia. Yang disutradarai oleh Syamsul Yusof, beliau di film ini juga berperan sebagai peran utama. Tidak ada sentuhan lawan jenis dalam film ini, atau sedikit ya, dan dikemas secara apik dan alami.


Film ini berkisah tentang seorang pemuda, sudah menikah dan mempunyai anak, yang berkerja sebagai pengobat di kampungnya. Kalau bahasa ku mah, pengrukyah. Tiba-tiba, setelah kerja, mobil yang dikendarai mengalami kecelakaan dan menyebabkan sang istri meninggal dan menganggap sang anak masih hidup. Dia pun stres berkepanjangan, menggoyahkan imannya yang kuat. Merasa Allah tidak adil dan menyebabkan ia tidak lagi mengobati orang kampung. Hingga kemudian terpaksa, karena tidak ada lagi orang, untuk mengobati seorang perempuan yang diganggu oleh setan. 


Polemik terus berjalan, setan menampakkan wujudnya (hehe), menimbulkan banyak persepsi tentang sisi mana sih yang munafiknya. Siapa? Ibu tiri si perempuan kah? Sang ayah? Sesorang yang menyukai gadis itu kah ? Penjaga kuburannya kah? Atau malah sang pengrukyah?  Dan akhirnya semua terbongkar di akhir segmen, ya iya lah ya. Kalau gak terbongkar bukan film kali, nggantung. 


Ternyata sang ayah yang berpenampilan alim lah sang munafik. Dia lah yang menyuruh sang anak untuk menabrak mobil sang ustadz (pengrukyah) yang menyebabkan istri dan anaknya meninggal. Karena susah sekali untuk menghentikan langkah si ustadz dengan setan. Imannya sangat kuat sekali, tapi agak goyah ketika ia mendapati sang istri meninggal dunia. Sang ayah juga yang memberikan si putri gangguan berupa setan. Ini ada penggalan percakapan antara ayah Maria (Ay) dengan Adam (Ad), menggambarkan bagaimana setan masuk dan bisa mengecoh kita.


Ay  : Tanamkan rasa was-was dalam hati kau Adam. Tiada sesiapa boleh tolong kau.

Ad  :Sesungguhnya Allah berada bersama aku. Dia tidak akan sia-sia kan orang yang bertawakal kepada Dia. Allah tidak akan sia-sia kan!

Ay  : Allah tak pernah sayangkan kau! Kebaikan apa yang Dia bagi ? Kau tengok istri kau mati! Sudah jelas Adam? Allah tak pernah terima segala amal ibadat kau.

Ad  :Tolong aku Allah!

Ay  : Dia tak jaga dan lindungi kau sebagai balasan amal saleh yang kau buat. Layani perasaan hawa nafsu kau!

Ad  : Hasbunalah wanikmal wakil!

Ay  : Tanamkan sifat dendam kau padaku dan orang-orang yang nak membunuh keluarga kau! Jangan maafkan Maria! Mana sifat sedekah dalam jiwa dan hati kau?


Pelajaran yang bisa diambil sungguh bagus. Bahwa hanya Allah yang dapat menolong kita. Dialah satu-satunya yang patut kita sembah dan kita percaya. Seperti di akhir film ini ketika Adam teringat perkataan Pak Imam (ustadznya Adam) dan memanjatkan doa,


Pak Imam : Allah itu Maha Mengetahui, mungkin selagi kita tidak memaafkan orang, selagi itu kita tidak akan dapat ketenangan. InsyaAllah, selepas kamu memaafkan orang itu Allah akan memberi kamu petunjuk. Allah akan buka kan pintu hati kamu. Buka mata kamu !


Doa Adam : Ya Allah, Tuhan Yang Maha Hidup dan Yang Maha Mendengar. Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan ya Allah. Kau perbaikilah segala urusanku. Jangan sesekali-kali Engkau serahkan aku, pada diriku walau sekelip mata ya Allah. Jangan Kau serahkan aku pada diriku karena aku tak mampu untuk menguruskannya ya Allah. Ampuni aku ya Allah.


Dalam surat Al-Falaq juga disebutkan bahwa Dia lah yang menguasai subuh. Yang memberikan keamanan dengan cahayanya dari kejahatan segala sesuatu yang gelap dan tersembunyi (Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, Sayyid Quthb). Jadi masikah kita ragu akan kekuasaan-Nya? Pertolongannya?


 

Posting Komentar