Agar Hidup Lebih Produktif
29/01/2017
Penting, mendesak? Penting, tidak
mendesak? Tidak penting, mendesak? Tidak penting, tidak mendesak? Tak asing
lagi mendengar tentang materi ini. Tapi kali ini aku mendengarnya dengan sudut
pandang lain. Gak pernah kepikiran seberapa penting hal tersebut, paling-paling
hanya berfikir bahwa grafik tersebut hanya membantu kita dalam menyelesaikan
pekerjaan. Tapi ternyata ada kaitannya juga dengan musuh kita, musuh yang gak
akan menyerah membawa kita menjadi sekutunya.
Dalam QS. Al-Infithor : 5 Allah
berfirman,
“’Alimat nafsumma qaddamat wa
akharat...”
(maka) setiap jiwa akan mengetahui
apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya).
Yakni, apa yang dikerjakannya sejak
awal hingga akhir, apa yang telah dikerjakannya di dunia dan ditinggalkan
bekas-bekas perbuatannya di belakangnya, atau apa yang telah diperolehnya
ketika di dunia ini dan apa yang disimpannya untuk akhiratnya nanti.
Dan disini setan bergerak mencari
celah. Memutarbalikkan keadaan. Sesuatu yang seharusnya tidak penting dan tidak
mendesak menjadi penting dan mendesak. Atau sebaliknya, penting dan mendesak
menjadi tidak penting dan tidak mendesak. Begitu hebatnya setan hingga kita
lalai. Dalam firman Allah sudah disebutkan pada QS. Al Baqoroh : 168,
“.... walaa tattabi’uu khuthuwatis
syaithoon, innahu lakum ‘aduuwummubiin.”
Dan jangan lah kamu mengikuti
langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu.
Kalau kata Ustadz Adi dalam
ceramahnya, khutuwat disini berarti jama dari kata khuttoh yang berarti rencana
yang sangat matang atau pemetaan yang sangat rinci. Ini berarti setan mempunyai
langkah-langkah yang sangat terencana dan detail. Ibarat micrososft excel yang
punya kolom dari A sampai Z dan bahkan ada lanjutannya AA, AB, AC,...,XFD.
Kebayang kan betapa terrencananya setan ? Mereka mengamati kita, mencari titik
lemah kita.
Sangat penting sekali untuk
memikirkan segala tindakan yang akan kita kerjakan-proses menuju lebih
baik-termasuk kedalam kategori apa. Gak berhenti sampai disitu, kita kudu jaga
asupan ruhani dan azzam. Tekan hawa nafsu kita :( Masih mau kalah sama setan?
A’udzubillahiminassyaithonirrojim…
Ya Allah aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk. Semoga kita semua menjadi pribadi yang selalu lebih baik dan produktif tiap harinya.
Sumber:
Dr. Kameel Ellaboody;
tafsir fizhilalil quran, sayyid quthb;
https://www.youtube.com/watch?v=f6hd5aN32cE.
Posting Komentar