10 Nopember Rakyat Bersatu

Table of Contents
22/11/2017

 

Bismillahirrahmanirrahim... Hari ini bela-belain ke House of Sampoerna buat naik bus Surabaya Herritage Track (SHT), karena temanya yang menarik dan bertepatan dengan tema yang cuma sekali setahun adanya. Sekali setahun di bulan pahlawan, bulan November. 10 November yang dikenal dengan hari pahlawan. 10 November, kata yang sungguh ringan diucapkan tiap tahunnya dan dengan segala bentuk kegiatan yang dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan. Jasa dari apa? Aku nggak tahu bagaimana kisah mereka, tapi yang jelas terkait dengan mempertahankan Indonesia. Ditrek kali ini menjadi sarana aku untuk memperdalam makna hari pahlawan.


Tema kali ini adalah ‘Rakyat Bersatu’. Ya, rakyat bersatu dalam peperangan 10 November. Kisah lebih jelas terkait perang 10 November bisa langsung di liat dalam film dokumenternya TVOne, Indonesia Mengingat eps. Rakyat Berperang. Jelas dipaparkan bagaiamana kisah dibalik 10 November. Di trek kali ini kita mengunjungi tiga bangunan yang menjadi saksi bisu perjalanan mereka mempertahankan Indonesia. Tiga bangunan ini masih ada di Surabaya dan masih digunakan sebagaimana fungsinya dahulu. Bukan menjadi museum. Kita ke kantor pusat HBNU (laskar Hizbullah), gedung PLN (laskar gas dan listrik), dan kantor Pos (laskar PTT-pos, telepon, dan telegram).


Bangunan pertama yang kami kunjungi adalah HBNU (Hoofdbestuur Nadlatoel Oelama) atau kantor pusat NU. Menaiki tangga depan rumahnya bisa kita rasakan model bangunan zaman dahulu, lantainya yang bercorak, pintu dan jendelannya yang tinggi. Di ruangan depan kita semua berhenti memandangi pigura-pigura yang terjejer sekaligus mendengarkan pemandu yang berada di depan kami. Mas guidenya berkisah, bahwa ada laskar hizbullah (tentara Allah) yang terbentuk sebelum resolusi oleh NU. Dengan beranggotakan orang muslim pendidik NU dengan resolusi jihadnya yang berisi seruan untuk melanjutkan perjuangan yang bersifat “sabilillah” untuk tegaknya Negara Republik Indonesia Merdeka dan Agama Islam (lihat gambar terkait hasil rapat besar wakil-wakil darah perhimpunan NU yang merupakan Resolusi Jihad). Selain itu ada fatwa jihad yang dikeluarkan oleh KH Muhammad Hasyim Ashari yang bisa dilihat digambar juga. 

 



fatwa jihad


resolusi jihad


Berlanjut bangunan kedua, yaitu gedung Perusahaan Listrik Negara (PLN). Gedung ini masih difungsikan sebagai gedung PLN area Surabaya Utara. Lagi-lagi ketika kau masuk kedalamnya kau bisa merasakan nuansa gedung zaman dahulunya. Apalagi ketika melihat sistem ventilasinya yang masih rumit. Tidak ada perubahan yang signifikan terhadap struktur lamanya, hanya ada penambahan sekat untuk ruang kerja. Di dalamnya masih juga terdapat bunker-bunker tempat dulu menyimpan listrik. Sekarang sepertinya sudah tidak difungsikan lagi mesinnya, tapi masih ada di dalam bunker di lantai paling bawah. Ketika kami masuk kedalam bunker itu, mas pemandunya bilang kalau di bawah kaki kita ini ada sebuah terowongan penghubung antar bunker. Katanya bisa nembus sampai gedung gubernur jawa timur (depannya tugu pahlawan) lho dulu. Oh iya, disini terbentuk yang namanya laskar listrik dan gas. 

ventilasi
bunker penyimpanan listrik
 

Berlanjut lagi ke bangunan ketiga, bangunan terakhir. Bangunan yang sangat penting kala itu. Masuk ke bangunan ini terasa betul struktur lamanya. Sebab begitu masuk dan melihat ke langit-langit, langsung terlihat struktur melengkung kayunya. Ya, dia adalah kantor pos. Dari kantor pos semua informasi disebarkan. Surat, telepon, dan telegram semua masuk melalui kantor pos. Maka hal yang pertama kali diincar oleh sekutu untuk dihancurkan adalah kantor pos. Jika tidak ada informasi, masyarakat gak tau apa-apa. Disini terbentuk laskar pos, telepon, dan telegram (laskar PTT). Ada dua nama yang diabadikan dalam sebuah papan. Beliau adalah pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan, yaitu Soeprapto dan Soepojo.  

  
kantor pos
rangka atap


Trek kali ini membawaku pada sebuah pencarian terkait peristiwa 10 November yang lebih runut. Dan yak aku nemu di youtube TVOne dalam acara Indonesia Mengingat dengan judul “Rakyat Berperang”. Pada menit ke 27.33 aku terdiam (dari awal mah emang diem gak bersuara kali kalau nonton) mendengar penuh seluruh isi pesan yang disampaikan Bung Tomo melalui radio pemberontakan jam 23.00 (maklumlah ya, dulu bukan penggemar sejarah). Isinya begini,

Bismillahirahmanirahim...

Merdeka!

Saudara-saudara, rakyat jelata di seluruh indonesia. Terutama saudara-saudara penduduk kota surabaya. Kita semuanya telah mengetahui, bahwa hari ini tentara inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua. Untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara jepang. Supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih, tanda bahwa kita menyerah kepada mereka. Tokoh kalian akan mengancam kita, unutk menggempur kita dengan seluruh kekuatan yang ada. Tetapi inilah jawab kita. Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih, merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapa pun juga. Kita tunjukkan bahwa kita ini adalah bandar-bandar orang yang ingin merdeka. Sebelum kita tetap, merdeka atau mati! Dan kita yain saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh pada kita. Sebab Allah selalu berada dipihak yang benar. Percayalah saudara-saudara, Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahuakbar... Allahuakbar...

Merdeka!

Inilah rangkaian kisah November ku. Menyadarkanku akan banyak hal. Bahwa Islam itu mencakup semuanya. Dari bangun tidur sampai tidur lagi. Dari urusan  mempertahankan negara, ekonomi, politik, pendidikan, kemasyarakatan. Pokoknya semuanya. Dari namanya saja mereka sebut diri mereka tentara Allah dengan resolusi jihadnya untuk mempertahankan RI dan juga agama islam. Jihad, sebuah kata yang sangat fenomenal. Yang aku pun belum memahaminya lebih dalam. 


Lihatlah ketika Bung Tomo menyampaikan pesannya, ia memulainya dengan lafaz basmallah dan diakhir dengan takbir. Beliau dalam teksnya begitu yakin dengan Allah. Dengan pertolongan Allah, nasrullah. Mereka melakukan semuanya karena Allah. Rakyat bersatu. Laskar hizbullah, laskar gas dan listrik, laskar PTT, dan laskar lainnya bersatu menyatukan kekuatan, beramal jamai, bekerja bersama-sama. mempunyai tujuan yang sama. bersama-sama mempertahankan Indonesia.


Kalau di pelosok ada sesuatu (laut biru jernih, ikan-ikan, penyu, langit bertabur bintang, dll) yang jarang banget  bisa dilihat di kota, lantas di kota ada apa? Di kota ada S.E.J.A.R.A.H. Ia dengan segala sudut jalannya menjadi saksi bisu atas banyak peristiwa. Termasuk kisahku dan kamu. Ea...

 

Posting Komentar