10 Nopember Rakyat Bersatu
Bismillahirrahmanirrahim... Hari ini bela-belain ke House of Sampoerna buat naik bus Surabaya Herritage Track (SHT), karena temanya yang menarik dan bertepatan dengan tema yang cuma sekali setahun adanya. Sekali setahun di bulan pahlawan, bulan November. 10 November yang dikenal dengan hari pahlawan. 10 November, kata yang sungguh ringan diucapkan tiap tahunnya dan dengan segala bentuk kegiatan yang dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan. Jasa dari apa? Aku nggak tahu bagaimana kisah mereka, tapi yang jelas terkait dengan mempertahankan Indonesia. Ditrek kali ini menjadi sarana aku untuk memperdalam makna hari pahlawan.
Tema kali ini
adalah ‘Rakyat Bersatu’. Ya, rakyat bersatu dalam peperangan 10 November. Kisah
lebih jelas terkait perang 10 November bisa langsung di liat dalam film
dokumenternya TVOne, Indonesia Mengingat eps. Rakyat Berperang. Jelas
dipaparkan bagaiamana kisah dibalik 10 November. Di trek kali ini kita
mengunjungi tiga bangunan yang menjadi saksi bisu perjalanan mereka mempertahankan
Indonesia. Tiga bangunan ini masih ada di Surabaya dan masih digunakan sebagaimana
fungsinya dahulu. Bukan menjadi museum. Kita ke kantor pusat HBNU (laskar Hizbullah),
gedung PLN (laskar gas dan listrik), dan kantor Pos (laskar PTT-pos, telepon,
dan telegram).
Bangunan pertama
yang kami kunjungi adalah HBNU (Hoofdbestuur Nadlatoel Oelama) atau kantor
pusat NU. Menaiki tangga depan rumahnya bisa kita rasakan model bangunan zaman
dahulu, lantainya yang bercorak, pintu dan jendelannya yang tinggi. Di ruangan
depan kita semua berhenti memandangi pigura-pigura yang terjejer sekaligus
mendengarkan pemandu yang berada di depan kami. Mas guidenya berkisah, bahwa
ada laskar hizbullah (tentara Allah) yang terbentuk sebelum resolusi oleh NU.
Dengan beranggotakan orang muslim pendidik NU dengan resolusi jihadnya yang
berisi seruan untuk melanjutkan perjuangan yang bersifat “sabilillah” untuk
tegaknya Negara Republik Indonesia Merdeka dan Agama Islam (lihat gambar
terkait hasil rapat besar wakil-wakil darah perhimpunan NU yang merupakan
Resolusi Jihad). Selain itu ada fatwa jihad yang dikeluarkan oleh KH Muhammad
Hasyim Ashari yang bisa dilihat digambar juga.
Berlanjut
bangunan kedua, yaitu gedung Perusahaan Listrik Negara (PLN). Gedung ini masih
difungsikan sebagai gedung PLN area Surabaya Utara. Lagi-lagi ketika kau masuk
kedalamnya kau bisa merasakan nuansa gedung zaman dahulunya. Apalagi ketika
melihat sistem ventilasinya yang masih rumit. Tidak ada perubahan yang signifikan
terhadap struktur lamanya, hanya ada penambahan sekat untuk ruang kerja. Di
dalamnya masih juga terdapat bunker-bunker tempat dulu menyimpan listrik. Sekarang
sepertinya sudah tidak difungsikan lagi mesinnya, tapi masih ada di dalam bunker di lantai paling bawah. Ketika kami masuk kedalam bunker itu, mas pemandunya bilang kalau di bawah kaki kita ini
ada sebuah terowongan penghubung antar bunker. Katanya bisa nembus sampai gedung gubernur jawa
timur (depannya tugu pahlawan) lho dulu. Oh iya, disini terbentuk yang namanya
laskar listrik dan gas.
Berlanjut lagi
ke bangunan ketiga, bangunan terakhir. Bangunan yang sangat penting kala itu.
Masuk ke bangunan ini terasa betul struktur lamanya. Sebab begitu masuk dan
melihat ke langit-langit, langsung terlihat struktur melengkung kayunya. Ya,
dia adalah kantor pos. Dari kantor pos semua informasi disebarkan. Surat,
telepon, dan telegram semua masuk melalui kantor pos. Maka hal yang pertama
kali diincar oleh sekutu untuk dihancurkan adalah kantor pos. Jika tidak ada
informasi, masyarakat gak tau apa-apa. Disini terbentuk laskar pos, telepon,
dan telegram (laskar PTT). Ada dua nama yang diabadikan dalam sebuah papan.
Beliau adalah pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan, yaitu
Soeprapto dan Soepojo.
Trek kali ini
membawaku pada sebuah pencarian terkait peristiwa 10 November yang lebih runut.
Dan yak aku nemu di youtube TVOne dalam acara Indonesia Mengingat dengan
judul “Rakyat Berperang”. Pada menit ke 27.33 aku terdiam (dari awal mah emang
diem gak bersuara kali kalau nonton) mendengar penuh seluruh isi pesan yang
disampaikan Bung Tomo melalui radio pemberontakan jam 23.00 (maklumlah ya, dulu
bukan penggemar sejarah). Isinya begini,
Bismillahirahmanirahim...
Merdeka!
Saudara-saudara, rakyat jelata di seluruh indonesia. Terutama saudara-saudara penduduk kota surabaya. Kita semuanya telah mengetahui, bahwa hari ini tentara inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua. Untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara jepang. Supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih, tanda bahwa kita menyerah kepada mereka. Tokoh kalian akan mengancam kita, unutk menggempur kita dengan seluruh kekuatan yang ada. Tetapi inilah jawab kita. Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih, merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapa pun juga. Kita tunjukkan bahwa kita ini adalah bandar-bandar orang yang ingin merdeka. Sebelum kita tetap, merdeka atau mati! Dan kita yain saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh pada kita. Sebab Allah selalu berada dipihak yang benar. Percayalah saudara-saudara, Tuhan akan melindungi kita sekalian.
Allahuakbar... Allahuakbar...
Merdeka!
Inilah rangkaian kisah November ku. Menyadarkanku akan banyak hal. Bahwa Islam itu mencakup semuanya. Dari bangun tidur sampai tidur lagi. Dari urusan mempertahankan negara, ekonomi, politik, pendidikan, kemasyarakatan. Pokoknya semuanya. Dari namanya saja mereka sebut diri mereka tentara Allah dengan resolusi jihadnya untuk mempertahankan RI dan juga agama islam. Jihad, sebuah kata yang sangat fenomenal. Yang aku pun belum memahaminya lebih dalam.
Lihatlah ketika Bung Tomo
menyampaikan pesannya, ia memulainya dengan lafaz basmallah dan diakhir dengan
takbir. Beliau dalam teksnya begitu yakin dengan Allah. Dengan pertolongan
Allah, nasrullah. Mereka melakukan semuanya karena Allah. Rakyat bersatu.
Laskar hizbullah, laskar gas dan listrik, laskar PTT, dan laskar lainnya
bersatu menyatukan kekuatan, beramal jamai, bekerja bersama-sama. mempunyai
tujuan yang sama. bersama-sama mempertahankan Indonesia.
Kalau di pelosok
ada sesuatu (laut biru jernih, ikan-ikan, penyu, langit bertabur bintang, dll)
yang jarang banget bisa dilihat di kota, lantas di kota ada apa? Di
kota ada S.E.J.A.R.A.H. Ia dengan segala sudut jalannya menjadi saksi bisu atas
banyak peristiwa. Termasuk kisahku dan kamu. Ea...








Posting Komentar