Hari Terakhir Mengajar di RTQ
Table of Contents
30/08/2017
Hari ini hari terakhir
ngajar adik adik di Rumah Tahfidz Quran (RTQ) Surabaya. Terletak di semolowaru elok tempat salah satu rumah warga, Bu Nana. Dipelopori oleh Bu Nana dan juga Bu Anglish. Kebetulan kosan ku beberapa rumah disebelahnya. Dulu ada pengajar disana yang kebetulan juga teman kampus beda jurusan yang mengajak aku untuk ikut serta mengajar.
Waktu terus berjalan dan tibalah saatnya aku berpisah dengan mereka. Berat banget rasanya kalau kudu
berpisah gini. Adik adik yang selama ini ngajarin aku banyak sekali hal. Adik
adik yang selalu membuat aku bangun dari keterpurukan, dari ujian-Nya. Adik
adik yang senantiasa mengingatkan bahwa Al-Quran adalah segala solusi
permasalahan yang ada, bukan cuma meratap diam di kamar gak ngapa-ngapain.
Adik
adik yang ngebuat aku tahu pentingnya masa kecil mereka. Adik adik yang ngebuat
aku selalu suka belajar tentang mereka. Adik adik yang mempertemukan aku dengan
orang-orang keren, berbagai macam metode iqro, dan berbagai buku keren yang
selama ini aku pikir buku itu hanya untuk orang yang sudah menikah aja. Adik
adik yang ngebuat aku yakin bahwasanya dengan berbagi gak akan sedikitpun
ngurangi apa yang kita punya, dari segi apa pun itu. Justru yang aku rasakan
sebaliknya, mereka menambah apa yang aku punya.
Mereka memperkuat hafalan juz
30 ku sampai di luar kepala, walaupun belum semua. Mereka ngebuat aku jadi
belajar lagi dengan betul tentang makhorijul hurf. Mereka yang menyadarkan ku
bahwa jari jempol itu sunggh luar biasa. Mereka membuat aku untuk berpikir
kreatif. Mereka itu lucu menggemaskan tapi sebenarnya complicated. Dari mereka
aku baru sadar makna guru adalah orang tua kedua. Mereka... istimewa dengan
segala tingkah lakunya. Mereka... mutiara kecil semolowaru ku. Bersyukur banget
dipertemukan dengan kalian.




Posting Komentar