Seminar Parenting
Table of Contents
11/06/2017
Hari ini belajar lagi buat masa depan, masa sekarang juga ding. Seminar parenting oleh Bunda Euis dan Pak Ading. Dan lagi-lagi bersyurkur banget sama Allah yang udah mempertemukan aku dengan orang-orang yang kece. Orang yang konsen dibidang pendidikan. Yang membuat puzzle ilmuku semakin bertambah. Seminar parenting ini diadain sama Rumah Kepemimpinan Surabaya (RK). Materi pertama disampaikan oleh Bunda Euis tentang bagaimana sih caranya agar nasihat yang kita berikan masuk kepada anak. Karena mungkin ada bagian otak yang belum tersentuh. Ada empat otak yang perlu diaktifkan dalam menasihati anak, yaitu :
- Aktifkan lobus insula. Otak ini akan aktif ketika tersentuh nasihat. Cara mengaktifkannya dengan metode bercerita. Bercerita bisa dilakukan dengan beragam cara, diantaranya dengan buku, mengarang cerita, atau dengan pertunjukan boneka. Dimana di dalam cerita itu ada nilai yang ingin kita sampaikan. Misalnya ketika anak suka memukul, carilah cerit tentang kasih sayang atau cari nilai yang sejenis.
- Aktifkan ganglia basalis. Pernahkah anda berjalan menuju tempat A, dan ditengah perjalanan anda melamun. Pas sadar ternyata sudah hampir sampai. Itu terjadi karena kita sudah terbiasa jalan ke tempat A. Nah fungsi dari otak ini adalah untuk kebiasaan yang otomatis. Jadi untuk menanamkan sesuatu pad anak, ulangi kebiasaan itu setidaknya 3 bulan. Untuk anak dengan self motivation yang tinggi biasanya 3 minggu cukup untuk membangun kebiasaan yang otomatis ini. Kalau putus ditengah jalan harus mulai dari awal lagi. Maka dari itu, disini dibutuhkan kerjasama dalam menasihati. Entah itu suami istri atau dalam tim pengajar.
- Aktifkan neuron cermin. Dari namanya sudah terlihat, cermin. Yap, kaca, pantulan diri. Begitulah anak kecil, mudah sekali menyerap apa yang ia lihat dan apa yang ia dengar. Maka dari itu ketika kita mau memberi nasihat kepada anak kecil, mulailah dari yang mau memberi nasihat. Jika memang kita belum melaksanakan apa yang mau kita beri, maka lakukanlah dulu. Dalam Al-Quran sudah dijelaskan di surat As-Saff : 3.
“(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”
- PFC (Pre Frontal Cortex).
Penjelasan Bunda Euis ini menambah penjelasan dari seminar workshop yang waktu itu diadakan oleh al uswah (bisa dilihat di tulisan sebelumnya). Kemudian dilanjutkan dengan pemateri kedua oleh Pak Ading. Judulnya itu bagaimana mengoptimalkan kecerdasan anak melalui bermain. Yap yap yap, aku suka main. Main aja ada kategorinya lho. Beuh beuh beuh. Ada tiga jenis main, yaitu (tools analisis teori main, Charles H. Wolfgang) :
- Sensorimotor : playdough, finger painting, waterbeads, isi kosong air, ublek, dl.
- Pembangunan : balok, lego, playdough, puzzle, crayon, dll.
- Peran : peran kecil dan peran besar.
Jadi kalau bisa permainan yang kita buat mencakup tiga unsur di atas. Trus tuh ya ternyata mainan itu juga ada tahapannya. Sebelum memberikan anak gunting, anak kudu pemanasan. Pemanasannya dengan cara menyobek-nyobek kertas. Hmm begitu ya... Dibalik apa-apa yang dilakukan di PAUD atau TK itu ada sesuatu yang besar. MasyaAllah.
Posting Komentar