Supaya Ibadah Menjadi Rutinitas

Table of Contents
10/05/2018


Hari ini ada yang tanya, “Mba, gimana sih caranya biar ibadah kita rutin?” Wow, pertanyaan yang sulit ya. Sebab merutinan ibadah juga masih menjadi PR buat aku. Tapi ini beberapa yang pernah aku terapin...
  1. Ketahui kelemahan diri sendiri. Ini kayak kejadian pas masa-masanya culture shock, pas jaman-jamannya masih anak baru di Surabaya, pas jaman-jamannya sholat isyanya masih bolong. Iya, di bangku kuliah sholat isya saya masih bolong. 

    Saat itu entah kenapa saya tidur dulu sebelum sholat isya, tidur sebentar baru sholat. Atau dengan dalih nyelesein tugas kuliah dulu baru sholat. Atau dengan dalih setan-setan yang lain. Jadi ketika terbangun, ternyata langit sudah menurunkan bulannya. Langsung shock, buru-buru sholat isya. Yang kala itu aku tau waktu isya sebenarnya sudah habis. Setelah sholat? Nangis sejadinya, kasih tau ibu, SMS ibu, nelpon ibu :( Jawaban ibu, “Makanya nduk, kamu itu sholat dulu.”

    Perkataan ibu aku lakukan. Tapi naasnya kejadian macam ini terulang kembali, astaghfirullah... Sampai-sampai tangisan itu tak seheboh dulu, guncangan tak seheboh kala aku pertama kali meniggalkan kewajiban ini. Hati ku penuh noda sampai berkurang rasa sedih itu :( Evaluasi diri, evaluasi hari, mengevaluasi kenapa sih aku bisa gak sholat isya? Sebab apa? Dan ternyata aku keseringan mengundur waktu sholat dengan berbagai alasan.

    Jadi aku mengambil solusi, sholat tepat waktu. Sholatlah ketika Allah panggil, walaupun tugas kuliah terlihat sebentar lagi selesai. InsyaAllah kalau kalau hubungan kita sama Allah bagus maka bagus juga waktu kita, barokah lah istilahnya. Bisa jadi tugas yang sebenarnya sedikit lagi selesai itu tiba-tiba Allah buat diujungnya kita gak nemu jawabannya kalau kita menduakan-Nya. Pun sebaliknya.
      
  2. Cari ilmunya. Sebab amal tanpa ilmu itu zonk, sia-sia. Dengan ilmu kita tau tata caranya, dengan ilmu kita tau apa maksudnya, dengan ilmu akan memotivasi kita mengerjakan suatu ibadah karena Allah, dengan ilmu...

  3. Buat target dan disiplinkan diri dengan reward punishment. Ini dulu pernah aku lakukan, tapi gak ngefek sama aku. Hmm... ada yang salah mungkin ya.

  4. Bertemanlah dengan orang sholeh. Ngaruh sekali lingkungan kita. Minimal kita bakal kecipratan wangi mereka.

  5. Memotivasi diri dengan melihat orang yang punya target ibadah lebih dari kita. Sebab dengan melihat orang yang imannya lebih daripada kita akan memacu diri kita untuk senantiasa lebih baik dari dia.

Semoga Allah mudahkan langkah kita semua untuk menuju pada-Nya.

Posting Komentar