Paper Puppet Making

Table of Contents
05/08/2018

Bercerita, banyak sekali manfaat yang di dapat dari bercerita. Pun dengan cara menyampaikannya. Ada yang dengan read aloud, ada yang menggunakan ekspresi, ada yang menggunakan alat musik, pun ada yang menggunakan puppet. Iya, boneka. Boneka menjadi salah satu media pelengkap untuk bercerita di depan anak-anak. Boneka yang digunakan pun beragam jenisnya. Dan Alhamdulillah kali ini diberi kesempatan dan kemudahan untuk menuntut ilmu di Malang. Membuat boneka untuk yang kedua kalinya, sebelumnya di Yogyakarta. Ngebuat ini jadi kangen pelajaran seni budaya. 

Acaranya hari minggu 5 agustus 2018 jam 08.00 pagi. Niatnya mau hari sabtunya ke Malang, nginep disana. Tapi Allah berkehendak lain. Jadinya berangkat selepas subuh dari terminal purabaya, Surabaya. Sampai terminal malang langsung cus ke tempat Ikal. Soalnya workshopnya berdua. Jadilah ngajak Ikal yang lagi berdomisili di Malang. Alhamdulillahnya mau ya si Ikal aku ajakin bikin boneka. Haha. 

Ajaibnya, pas nyampe di Ikal, dia lagi masak dong buat bekal di TKP nanti. Bukan, bukan buat saya. Buat dirinya sendiri. Lagi proses hidup sehat katanya. Padahal tadi niat mau ku traktir makan siang dia. Terkejut aku lihat dia lebih rajin masak daripada aku. Lihat pernak pernik masaknya yang sehat. Karena aku belom sarapan juga, ku minta lah sarapan. Disuruh buat oat meal pake madu tropicana pake susu ultra dong aku. Mantap lah adikku satu ini. Udah mau mendekati jam workshopnya, kita pun cus berangkat pake motornya.

Sesampainya di TKP, ternyata belum mulai. Alhamdulillah lah gak telat. Makan jeruklah kita, menikmati pagi, berkeliling-keliling ria, dan acara pun dimulai. Lokasinya di Malang, tepatnya di bagian belakangnya ada halaman rumput luas. Digelar koran menghadap langit yang luas, indah nian pemandangannya, kami duduk melingkar. Menuntut ilmu pun dimulai dengan penjelasan dasar dari dua mas instrukturnya. 

Paper Puppet Making kali ini dari papermoonpuppet. Mereka yang melakukan teater dengan boneka. Sebelumnya aku pernah buat boneka juga di acaranya Awicarita festival yang diselenggarakan oleh Rumah Dongeng Mentari di Yogyakarta. Aku cerita sekilas dulu yang di Awicarifest. Disana kami buat boneka dengan dipandu oleh Pak Bagong Subardjo. Hasil bonekanya itu nanti kayak yang di pake di si unyil. Jadi kemarin bahan yang diperlukan kayu sebagai pegangan, koran, tali, lem, cat warna dengan langkah sebagai berikut,

  1. Dimulaikan dengan Bismillah dan niat yang lurus.
  2. Tentukan karakter yang akan dibuat. Dalam hal ini nenek.
  3. Satukan ujung-ujung korang di ujung batang pegangan. Kemudian di remas menjadi bulat (hmm, enak kali lah nulisnya. Meremas bulat itu juga perlu trial error biar jadi perfecto, percayalah) dan diikat dengan tali biar gak lari-lari.
  4. Ratakan permukaan bulat tadi dengan menempelkan robekan koran, tumpang tindih. Buat detail karakter. Kalau si nenek ada mata, hidung, dan mulut. Detail dibuat dengan remasan koran seuai besarnya detail yang dibuat dan di tempelkan dengan lem yang kemudian di haluskan lagi dengan menempelkan robekan koran. Tumpang tindih. Pake tangan kita.
  5. Tunggu lem kering kemudian dilanjutkan dengan pewarnaan menggunakan cat air. Jemur deh. Untuk tangan biasanya pake botol aja. Langsung deh pakein baju.
  6. Selesai. Mari kita akhiri dengan hamdalah.

Nah, kalau kali ini ada yang beda dari si nenek. Teknik dasarnya cuma ngeremes koran jadi bentuk yang di pengenin sama titik engsel. Sebab ini boneka akan dimainkan, jadi kudu ada patah-patah. Untuk membuat boneka kali ini bahan yang diperlukan koran, solatip putih (lakban putih), lem, kertas tipis untuk pewarnaan dengan langkah sebagai berikut,

  1. Dimulaikan dengan Bismillah dan niat yang lurus.
  2. Tentukan karakter yang akan dibuat. Dalam hal ini kami buat kupu-kupu. Awalnya mau buat sapi, gara-gara sebentar lagi bertepatan dengan idul adha. Tapi, karena gak kebayang bentuk badan sapinya, badannya jadi lonjong, akhirnya diputuskan untuk buat kupu-kupu. Dari penentuan karakter itu kita bisa menentukan bagian apa saja yang harus di buat dan penentuan tempat engsel. Dalam hal ini kami bagi jadi 4 bagian, kepala termasuk antena dan paruhnya, badan, sayap atas, dan sayap bawah. Dimana engsel-engsel kami taruh pada bagian kepala-badan dan sayap-badan. Jangan sampai keliru ya kawan meletakkan engselnya. Engselnya ini pake koran yang dilipat lipat sehingga membentuk persegi panjang yang tidak rapuh lah.
  3. Remas koran seseuai kebutuhan bagian. Kepala (bulat), badan (lonjong), dan sayap (pipih).
  4. Kuatkan masing-masing bagian dengan menyolatip seluruh permukaan.
  5. Tempelkan bagian tubuh dengan engsel. Jika bukan bagian engsel, maka tempelkan saja dengan solatip.
  6. Kemudian pewarnaan. Pewarnaan dengan menepelkan robekan kertas tipis dengan lem, pake kuas. Kali ini kami warnainnya pake kertas tipis berserat gitu, kata masnya kertas daur ulang. Pake kertas apa aja boleh, asal tipis.
  7. Selesai. Mari kita akhiri dengan hamdalah.

Ini kupu-kupu menurut ku rapuh, kayak patah gitu. Ya emang harus patah sih, tapi tuh melebihi batas wajar gitu tuh. Tapi pas si masnya megang dan coba mainin... yak nampak hidup bung. Sepertinya ku butuh skill bermain. Jadi jalan kali ini disponsori oleh Ikal dan makanan sehatnya. Jangan kapok-kapok ya Kal ikutan beginian.

 



 




Posting Komentar