QS. An-Naba: 1-16

Table of Contents

17/01/2021


Bismillahirahmanirrahiim... Bermula dari keterpaksaan yang mengharuskan saya mendengarkan kajian tafsir QS. An-Naba yang disampaikan oleh Ust. Amir Faishol. Seperti biasa, atas izin Allah, melalui Ust. Amir Faishol dengan bahasanya yang seperti berkisah (pada dasarnya memang jika kita mengkaji Al-Qur’an itu, seolah-olah ia sedang berkisah kepada kita, sedang berbicara kepada kita), dengan intonasinya yang memikat, membuat diri ini menemukan pelajaran baru. Cara pandang dan berfikir yang baru.


An-Naba, berarti berita penting (besar). Berita luar biasa yang harus diketahui oleh semua orang. Kalau tidak, kita bisa celaka. Berita apa yang begitu penting? Berita tentang kepastian hari kiamat. Orang yang tau jika akan ada hari kiamat maka orang itu akan berfikir bahwa dunia ini belum selesai dan kita juga akan merasa tenang. Sehingga ketika ada yang mendzolimi kita di dunia dan belum selesai, maka akan diselesaikan di alam akhirat nanti. Kita jadi gak mudah tuh untuk bunuh diri atau hal lainnya. 


Ini juga nih yang pernah dibahas di The Story of God-nya Morgan Freeman, channel National Geographic, pas sub judulnya tentang keyakinan masyarakat akan adanya hari akhir. Di endingnya ada penelitian terhadap seorang responden. Dipasangin alat detektor keterkejutan gitu di lengan, muka, kepalanya. Penelitian 1 ia akan dikejutkan secara mendadak tanpa si respondennya tau kapan kejutannya itu. Penelitian ke-2 si responden tau kapan ia akan dikejutkan. Kesimpulannya, grafiknya itu lebih tenang, tidak terlalu kaget, ketika pada penelitian ke-2. 


Yap, gitulah kiranya gambaran berita penting ini termaktub dalam AL-Qur’an. Kita akan lebih tenang dan berusaha semaksimal mungkin menjalani kehidupan ini sesuai syariat Allah. Walaupun kita gak tau kapan pastinya hari kiamat itu terjadi. Yah gak usah jauh-jauh lah ya, kita aja klo dosen tiba-tiba masuk kelas trus ngasih quiz dadakan aja kita udah bingung... Gak siap bro. Beda kalau seminggu sebelumnya dibilangin, kita pasti akan lebih prepare. 


Kata beliau, hari kiamat ada sebab dunia tidak bisa menyelesaikan persoalannya sendiri. Kek contohnya tuh banyak banget kan kasus di Indonesia yang masih belum nemu titik cerahnya atau bahkan sudah disidang eh tapi salah mutusinnya atau lebih parahnya lagi yang masih belum teradili...  


Tapi (ayat 1-5)... ternyata ada beberapa orang yang menyangkal ketika Nabi Muhammad bercerita tentang hari kiamat di tengah Qurais Makkah. Mereka bilang, “Mana mungkin setelah mati kok hidup lagi? Ah, mustahil...” Sampai ada yang menggali kuburan dan membawa tulang kehadapan Nabi, lalu bilang, “Muhammad, mereka sudah tidak ada...”


Kepastian hari kiamat adalah kepastian dari Allah bukan dari ilmu pengetahuan. Jadi sikap kita sebagai seorang muslim harusnya percaya, taat. Nah di ayat 6 – 16 isinya ajakan agar kita menggunakan akal kita untuk memastikan bahwa peristiwa kiamat itu pasti terjadi. Seakan Allah mengajak kita, kalau kita menggunakan akal kita, kita tidak akan menolak berita ini. Pakai akal? Gimana tuh maksudnya? Yap, caranya dengan melihat hal-hal luar biasa yang terjadi sehari-hari di sekitar kita. Dengan cara melihat kebesaran Allah. Gak akan mungkin manusia bisa cuy!


Allah mengajak kita untuk berpikir tentang BUMI (ayat 6). Bumi itu bulat, tapi kalau kita kendarai mobil kok tidak miring-miring? Itulah kekuasaan Allah.


Allah mengajak kita melihat GUNUNG (ayat 7). Kalau kita lihat mungkin B aja gitu yak, apalagi aku anak pantai bukan anak gunung. Wkwk. Tapi ternyata di ayat lain Allah sebutkan bahwa gunung itu fungsinya sebagai pasak bumi. Kata Allah, “Itu yang membuat bumi bertahan sehingga kamu masih berdiam di atasnya. Suatu saat akan Aku cabut gunung dan bumi akan hancur. Kenapa kalau kamu naik gunung lupa kepada-Ku?” Ini cara Allah mengingatkan kita, “Aku bikin gunung yang besar-besar itu, lebih mudah Aku membangkitkan kamu sesudah mati.” Hmm.. MAK to the JLEB!


Allah mengajak kita melihat DIRI KITA (ayat 8). Allah bisa menjaga manusia sejak Nabi Adam bertahun-tahun dengan satu sistem, yaitu berpasang-pasangan. “Lalu kamu anggap Aku tidak bisa menghidupkan seseorang sesudah mati?”


TIDUR (ayat 9) adalah kematian. Karenanya orang yang tidur, ruhnya sama Allah dipindahkan ke tempat lain. Disitu dia berkumpul dengan ruh-ruh yang lain. Kata Allah, “Aku tidurkan kamu setiap hari dan itu adalah kematian sebetulnya. Lalu Aku hidupkan kamu di pagi hari. Keterlaluan kamu, setiap hari kamu mati, Aku hidupkan. Lalu kamu anggap Aku tidak mampu membangkitkan setelah mati?”


Allah mengajak kita melihat PERPUTARAN SIANG dan MALAM (ayat 10-11). Ini adalah bukti kekuasaan Allah. Kata Allah, “Ayo kita tanding, siapa yang bisa buat malam jadi siang, siang jadi malam? Tidak ada, hanya Aku yang bisa. Masa kamu anggap aku tidak mampu menghidupkan sesudah mati?”


Allah mengajak kita melihat LANGIT (ayat 12). Kata Allah, “Kalau kamu melihat langit, kamu akan yakin bahwa Aku pasti akan mengadakan alam akhirat.” Kenapa kok bisa yakin? Karena langit ini luar biasa dahsyatnya. Allah ciptakan langit membentang seperti atap TANPA TIANG. Allah buat 7 lapis langit.


Allah mengajak kita melihat MATAHARI (ayat 13). Allah kirim dengan dua fungsi, sebagai lampu (siroja) dan sebagai pengiring panas (wahaja). Kalau Allah hanya kirim matahari sebagai cahaya saja, kita sudah mati... Tidak ada hujan. Dan posisi matahari tidak pernah bergeser. Kalau bergeser sedikit saja ke arah bumi, bumi akan kebakar total. Matahari patuh sejak ia diciptakan.


Apakah cuma ini yang bisa kita lihat sebagai tanda kebesaran Allah? Nope. Ada banyak sekali guys. Tapi hal-hal di atas sedikitnya dapat membantu cara berfikir kita supaya kita yakin bahwa di atas semua ini ada kuasa Allah, ada campur tangan Allah. Dan apa yang ada di dalam Al-Quran harus kita yakini, Al-Quran itu perlu kita ingat adalah wahyu dari Allah, salah satunya seperti tentang adanya hari kiamat.


Seringkali manusia mencari sesuatu yang sensasional, sehingga hal yang biasa terlihat (karena mungkin kita tak tau bagaimana cara memikirkannya) dilupakan dan akhirnya yang dibesarkan ciptaan manusia. Contohnya, kita akan takjub dengan pesulap yang membentangkan kain 50 m tanpa tiang... Padahal...


Lebih lengkapnya bisa diklik PART 1 dan PART 2 Tafsir QS. An-Naba.


Dari aku yang masih terus belajar mengenal Allah~


Posting Komentar