Belajar Bersyukur ep 1

Table of Contents

17/08/2021



Bismillahirahmanirahim…


‘Kalau kamu belum bisa bersyukur berarti main mu kurang jauh.’

 

Pernah terdengar sebuah kalimat tersebut yang entah dari mana dan baru bisa memaknainya akhir-akhir ini. Dengan kondisi Nusaibah, membawa kami berpetualang menyelami dan memahami rasa syukur itu. Kondisi langit-langit tinggi / celah langit-langit / sumbing langut-langitnya membawa aku untuk mencari informasi terkait persumbingan ini dan berakhir dengan menemukan Cleft Center Bandung.

 

Sedikit informasi tentang persumbingan yang belakangan aku baru tau ada banyak jenisnya seperti gambar di bawah ini.




Kalau Nusaibah cleft palate tapi di bagian langit-langit keras aja, bagian depan. Lihat lingkaran hijau ya. Dokter anak bilangnya langit-langit tinggi. 

 

Cleft Center berlokasi di RSGM (Rumah Sakit Gigi dan Mulut) FKG Unpad. Jadi daftar di bagian depan, nanti ditanyain mau ke Cleft Center atau bedah mulut. Saat itu pikiranku langsung ke Cleft Center, tapi aku saranin ke dokter bedah dulu aja untuk konsultasi. Biaya daftar awal Rp 25.000. Lalu kami tunggu dan ada petugas yang mengarahkan kami ke Cleft Center. Disana tiba-tiba ada terapis yang langsung nyeletuk, “Ini mau operasi atau belajar minum?”. Sontak aku dan ibu bingung dong ya… Orang kita mau konsul dulu haha.

 

Kondisi disana seperti pasar 😂. Dokternya berseliweran. Lagi duduk nunggu atau pas mau turun aja tiba-tiba ngecek dan manggilin dokter yang lagi belajar. Saran, kalau mau tau kondisinya, ke dokter spesialis bedah mulut aja dulu baru tindakannya ke Cleft Center. 


Biaya operasi bisa gratis melalui YPPCBL (Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit) dengan melampirkan beberapa syarat. BPJS tidak bisa digunakan di sini ya teman. Banyak juga agenda sosial yang berkaitan dengan operasi masal sumbing gratis. Semacam sunat masal gitu. Untuk info detail tentang YPPCBL bisa klik disini ya.

 

Di sana, kami bertemu dengan tidak sedikit anak-anak yang terlahir sumbing. Bertemu dengan adik cantik nan hebat, usia 1 tahun lebih sedikit, yang datang bersama neneknya naik ojek online selama 30-an menit perjalanan. Karena ibunya harus bekerja. Aku lupa tepatnya sumbing jenis apa, tapi yang pasti sumbingnya ini dari mulut sampai membelah hidung. Dua-duannya kalau gak salah. Adik ini dulunya dioperasi disebuah rumah sakit, tapi gagal. Pasca operasi nafasnya jadi engap gitu, tersengal. Makanya dibawa lah ke Cleft Center dan dilakukan operasi lagi.

 

Bertemu juga dengan adik solih nan hebat yang usianya lebih sedikit dengan Nusaibah kala itu, 3 bulan. Datang bersama kedua orangtuanya. Aku lupa juga jenis sumbingnya, yang jelas seinget ku sumbingnya sampai membelah hidung. Dan masih di tahap awal tindakan sebelum operasi yang aku sebut penarikan. 


Terbayang kah kita cara memberikan makanan mereka seperti apa? Disuapin pakai sendok dan posisinya tidak boleh telentang supaya gak keselek. Ada juga yang menggunakan botol dot khusus namanya haberman feeder. Awalnya ibunya bingung harus kemana dan bagaimana, alhamdulillahnya Allah pertemukan dengan Cleft Center ini.

 

Dari sana kami bersyukur Nusaibah sumbingnya hanya di langit-langit keras. Dokter bilangnya langit-langit tinggi. Kami bersyukur karena disaat itu Nusaibah bisa minum dengan dot biasa walaupun kami janggal karena minumnya sedikit dan berat badan naik tidak signifikan. 


Kami bersyukur pernah kesana dan melihat sendiri kondisi adik-adik hebat, bagaimana cara minum mereka, bertemu dengan orangtuanya. Kami bersyukur pernah kesana, dapet pelajaran cara memberikan susu pakai sendok. Melalui mereka, Allah berikan rasa semangat lagi, rasa percaya diri lagi, rasa gak papa… Bersyukur atas perjalanan memahami karunia Allah, rahmat Allah, pertolongan Allah. Bersyukur, bisa memahami makna Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

 

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ

 

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

-Surah Al-Baqarah, Ayah 286-

Posting Komentar